Peduli Gizi

Font Size

Layout

Menu Style

Cpanel

Manajemen Gizi pada Pasien Migren

altMigren merupakan suatu sebagai gangguan yang dikarakterisasi dengan serangan sakit kepala secara berkelanjutan dan biasanya disertai mual, photopobia (ketakutan akan adanya cahaya) dan phonopobia (ketakutan akan suara yang keras). Di dunia, migren telah diketahui sebagai penyebab ke-19 kejadian lumpuh (pria dan wanita) serta peringkat ke-12 sebagai penyebab kejadian lumpuh pada wanita.

Kejadian migren biasanya paling banyak dialami oleh wanita dibandingkan dengan pria dengan perbandingan 3:1. Pasien dengan migren biasanya akan membutuhkan istirahat total (52,3%) yang lamanya tergantung dari kondisi pasien sendiri. Pasien migren juga biasanya akan terjadi penurunan produktivitas kerja sebesar 3,5 jam setiap minggunya, 1 hari untuk bersekolah pada anak2 dan berdampak pada peningkatan beban ekonomi sebesar 2,7 juta/hari untuk pria yang bekerja, 18,8 juta/hari untuk wanita karir, dan 38,5 juta/hari untuk ibu rumah tangga diseluruh dunia. Migren juga dapat berdampak pada kehidupan sehari-hari pada pasien (kehidupan seks, cinta, menjalin persahabatan, mencari pekerjaan, dan lain sebagainya).

Read more:

Makanan yang Harus Dihindari Setelah Pembedahan

 

PeduliGizi.com New York - Proses pembedahan biasanya membutuhkan waktu pemulihan lama. Beberapa operasi bedah membutuhkan diet khusus untuk mempercepat pemulihan dengan menghindari beberapa makanan setelah melakukan operasi. Apa saja itu ?

Meskipun ada operasi bedah yang tak membutuhkan modifikasi diet, tetapi beberapa operasi bedah seperti yang dilakukan di bagian perut, kantong empedu, gigi dan penurunan berat badan memerlukan diet khusus untuk membantu mempercepat peyembuhan, mengurangi sakit dan terjadinya komplikasi.

Seperti dikutip dari lifemojo inilah beberapa makanan yang harus dihindari setelah operasi bedah :

Read more:

Berpuasalah, Maka Kualitas Kesehatan Anda Meningkat

 

PeduliGizi.com, BOGOR - Pakar Gizi pada Fakultas Ekologi Manusia Institut Pertanian Bogor (FEMA IPB), Dr Ikeu Tanziha, Selasa (23/8), di Bogor mengatakan, puasa dapat meningkatkan kualitas kesehatan seseorang. "Puasa dapat meningkatkan kualitas kesehatan. Semakin sering puasa akan semakin bagus dampaknya bagi kesehatan," kata Ikeu Tanziha.

Ikeu Tanziha mengemukakan, dalam Islam puasa selain sebagai kewajiban ibadah juga sebagai aktivitas yang dapat membantu peningkatan kesehatan seseorang. Ia mengutip sebuah hadits Rasulullah SAW, bahwa puasa dapat menjadikan tubuh sehat. 'Sumuu tasihhu.' Begitu bunyi hadits Rasul, yang artinya "Puasalah, niscaya kalian akan sehat."

Lebih lanjut Dr Ikeu Tanziha menyampaikan, dalam ilmu gizi puasa juga dapat berfungsi sebagai detoxifikasi atau proses penghilangan racun dalam tubuh, sehingga sangat baik untuk dilakukan. "Puasa sangat baik bagi kesehatan. Puasa dapat membunuh racun-racun yang terdapat di dalam tubuh," ungkapnya.

Menurut Ikeu, dalam tubuh setiap orang terdapat racun yang berpotensi menurunkan kesehatan. Pelaksanaan puasa dapat membunuh racun tersebut, sehingga stamina tubuh tetap bagus. Terkait makanan yang harus dikonsumsi ketika berpuasa, Ikeu Tanziha menyarankan untuk tetap mengonsumsi makanan yang bergizi, berimbang, beragam juga aman dan halal.

Selain itu dalam mengonsumsi makanan sebaiknya tidak memperbanyak karbohidrat, akan lebih baik mengonsumsi makanan dengan kadar protein tinggi dan sayur mayur dan buah karena protein dan buah-buahan juga sayur tidak mudah terserap oleh tubuh sehingga akan menahan rasa lapar agak lama.

Sementara itu apabila mengonsumsi banyak makanan yang mengandung gula, karbohidrat akan terangsang insulin keluar dan akan menurunkan glukosa dalam darah sehingga akan cepat merasa lapar lagi. Dr.Ikeu menyampaikan pentingnya untuk menciptakan lingkungan yang baik dan motivasi yang kuat harus selalu ditanamkan pada anak-anak sejak dini.

 

Redaktur: Djibril Muhammad

Sumber: Antara

 

You are here: Home > Lifestyle