Peduli Gizi

Font Size

Layout

Menu Style

Cpanel

Ketua Yayasan Imbau Pendidikan Gizi Masuk Kurikulum Sekolah

 

altJAKARTA - Yayasan Gerakan Masyarakat Sadar Gizi menilai pentingnya edukasi gizi seimbang bagi anak usia sekolah. Karenanya, Yayasan mengimbau pemerintah untuk memasukkan pendidikan gizi ke dalam kurikulum sekolah.
 
“Dengan begitu, anak Indonesia sejak dini mengetahui pola hidup sehat, cara memilih makanan atau jajanan yang bergizi seimbang, membaca lebel informasi gizi pada kemasan makanan, dan lain-lain,” kata Ketua Yayasan, Dr. Tirta Prawita Sari, MSc, Jumat (22/7), di sela kegiatan edukasi gizi seimbang dengan topik ‘Sarapan Sehat untuk Cerdaskan Anak’. Kegiatan yang diadakan di SDN Guntur 04 Pagi Jakarta, ini dalam rangka Hari Anak Nasional 2011.
 
Menurutnya, sekolah juga harus memfasilitasi terbentuknya kelompok teman sebaya ‘anak sadar gizi’. Sekolah mengajarkan dan menganjurkan sarapan pagi dan atau membawa bekal sehat untuk perkembangan kecerdasan muridnya.
 
Selain itu, merevitalisasi kantin sehat di sekolah dengan menu jajanan bergizi seimbang. Membudayakan gerakan ’solidaritas gizi’ dengan membiasakan anak memberikan kepada kerabatnya yang membutuhkan sumber gizi.
 
“Harus disadari kualitas suatu bangsa sangat ditentukan oleh kualitas manusianya dan kualitas manusia ditentukan oleh kualitas otaknya. Karena tidak ada sedikit pun dari bagian tubuh manusia yang tidak diawasi oleh otak,” tegasnya.
 
Karenanya, peran gizi dalam pembentukan otak amat penting. Terlebih sangat sentralnya kedudukan otak dalam menentukan kualitas hidup manusia yang akan membangun sebuah peradaban.
 
Dikatakan, kurang gizi berefek jangka panjang. Antara lain, akan terjadi penurunan tes IQ, penurunan integrasi sensori, gangguan pemusatan perhatian, dan penurunan rasa percaya diri. Konsumsi makanan kurang zat gizi dalam waktu lama mengakibatkan perubahan metabolisme dalam otak dan tidak berfungsi secara normal.
 
You are here: Home > Berita > Ketua Yayasan Imbau Pendidikan Gizi Masuk Kurikulum Sekolah