131 Bayi di Karawang Mengidap Gizi Buruk
- Details Friday, 09 September 2011 04:39 Aziz Jati Nur Ananda, S.Gz Hits: 187
Sediktinya ada sekitar 131 anak di bawah lima tahun (balita) mengidap gizi buruk tersebar di seluruh Kabupaten Karawang. Hampir seluruh balita yang menderita gizi buruk merupakan kalangan masyarakat tidak mampu. Demikian disampaikan Kepala Dinas Kesehatan Karawang, Yuskan Yasin, Rabu (7/9).
Bahkan di kecatan Tirtajaya, dalam satu tahun terakhir sudah ada balita yang meninggal akibat gizi buruk. "Balita yang mengidap gizi buruk tersebut lahir dari kalangan keluarga miskin, sehingga menjadikan kurangnnya asupan gizi yang layak dan mencukupi," katanya.
Permasalahan lain juga, kata Yuskan, adalah adanya ketidakpahamanan masyarakat terkait dengan seperti apa memberikan asupan gizi yang baik bagi anak bayi. "Sehingga banyak orang tua yang mengabaikan asupan gizi yang baik bagi anak mereka,” ujarnya.
Bahkan, lebih lanjut Yuska mengatakan Dnkes Karawang saat ini mencatat ada enam anak yang sudah mengidap marasmus (kurang gizi akut). Marasmus sering dijumpai pada anak berusia 0 - 2 tahun dengan ciri-ciri berat badan kurang dari 60% berat badan sesuai dengan usianya, suhu tubuh bisa rendah karena lapisan penahan panas hilang, tulang rusuk terlihat menonjol, Otot-otot melemah, perut cekung dan sering disertai diare kronik (terus menerus) atau susah buang air kecil.
“Memang saat ini yang menjadi targetan kami untuk memberikan asupan gizi yang pas bagi para bayi dibawah lima tahun. Karena bayi di bawah lima tahun merupakan dasar pertumbuhan,” tuturnya.
Yuskan menuturkan Dinkes saat ini sudah mulai melakukan penanggulangan dengan cara melakukan penyuluhan terhadap masyarakat. Karena setiap kasus yang ditemukan disebabkan ketidak pahaman orang tua dalam memberikan asupan gizi yang baik bagi bayi mereka.
Saat ini Dinkes sudah mulai mengoptimalkan sosialisasi ditiap-tiap posyandu yang ada di Karawang untuk memberikan pemahaman tentang masalah asupan gizi yang baik bagi bayi. Dinas Kesehatan menargetkan bayi dibawah lima tahun.
“Untuk pelayanan medis kami sudah melakukan penanganan, sedangkan untuk masalah administrasi rumah sakit harus ada peran aktif dari pemerintah desa,” katanya.(A-186/das)*** (Pikiran-Rakyat.com, 08/09/2011)

