Pekan ASI Sedunia
- Details Wednesday, 24 August 2011 12:04 Aziz Jati Nur Ananda, S.Gz Hits: 260
Jakarta, 15/8 — GIZINET. Acara Pekan ASI Sedunia Tahun 2011 yang diselenggarakan pada tanggal 9 Agustus 2011 dihadiri oleh Menteri Kesehatan, Dirjend Bina Gizi dan KIA, Direktur Bina Gizi dan Kepala Perwakilan UNICEF Indonesia serta Pakar Konselor ASI. Kegiatan penyelenggaraan PAS tidak terhenti sampai dengan acara puncak tetapi akan dilaksanakan sampai akhir tahun 2011 dan berkesinambungan setiap tahunnya dengan melibatkan seluruh sektor terkait dengan aksi nyata antara pemerintah dan masyarakat. Diharapkan aksi nyata tersebut akan berdampak pada peningkatan kesehatan bayi dan anak secara bermakna. Kegiatan Penyelenggaraan PAS ini dilaksanakan sepanjang tahun 2011, dengan kegiatan puncak acara tanggal 11 Agustus 2011 berupa Temu Konselor Nasional I. Sebelum acara puncak dilaksanakan rangkaian kegiatan berupa sosialisasi, seminar dan Talkshow serta aksi peduli ASI yang diselenggarakan di Kota Jakarta dan sekitarnya.
Berikut Sambutan Menteri Kesehatan dalam acara PAS Tahun 2011 – “Menyusui merupakan sesuatu hal menakjubkan karena Air Susu Ibu (ASI) adalah makanan bayi ciptaan Tuhan yang tidak tergantikan dengan makanan dan minuman yang lain. ASI juga merupakan makanan bayi yang terbaik dan setiap bayi berhak mendapatkan ASI. Sedangkan bagi ibu, menyusui terbukti meningkatkan kesehatan dan kualitas hidupnya dimasa mendatang.
Setiap minggu pertama bulan Agustus dijadikan Sebagai Pekan ASI, yang dilaksanakan untuk meningkatkan kesadaran semua pihak tentang pentingnya ASI bagi bayi. Tema peringatan Pekan ASI Sedunia (PAS) Tahun 2011 adalah “Talk to Me! Breastfeeding: A 3 D Experience” dengan tema nasional “Katakan Padaku : Menyusui Menakjubkan, Mari Kita Bantu” dengan Slogan “ASI Tak Tergantikan”. Tema PAS 2011 sangat tepat untuk memberikan informasi tentang menyusui pada remaja, ibu hamil dan ibu menyusui, keluarga dan anggota masyarakat melalui berbagai media komunikasi, melalui fasilitas pelayanan kesehatan, perguruan tinggi bahkan melalui kelompok masyarakat.
Sehubungan dengan hal tersebut, saya mengajak seluruh elemen masyarakat untuk mendukung pemberian hanya ASI saja sejak lahir hingga bayi berusia 6 bulan, dilanjutkan dengan pemberian makanan pendamping ASI yang tepat disamping menyusui, dan melanjutkan pemberian aSI hingga anak berusia 2 tahun atau lebih. Dukungan melalui komunikasi antara suami dan istri, komunikasi antar anggota keluarga, komunikasi dalam kelompok masyarakat, bahkan melalui jejaring sosial.
Dengan mendukung setiap ibu agar sukses menyusui akan berkontribusi pada peningkatan kualitas sumber daya manusia di masa mendatang. Semoga Tuhan Yang Maha Esa meridhoi upaya kita dalam berbakti bagi bangsa Indonesia”.
Sumber : http://gizi.depkes.go.id/artikel/pekan-asi-sedunia-2011-3/

